Art Original
Tobat Daffa
"Mim," kata Daffa, "Main sama temen-temen lebih asyik ya daripada terus saja main game."
"Ya Allah, alhamdulillah akhirnya anak Mamim sadar."
Mamim berkaca-kaca.
"Daffa tobat main game online, Mim, Pip," ucap Daffa,
"Aku nggak mau kaya Sho yang sampai sakit-sakitan dan nyakitin hati ibunya karena kecanduan game."
"Sho?" Mamim belum paham.
"Ceritanya panjang," kata Daffa, "Yang jelas, maafin Daffa ya Mim, Pip."
Mamim menitikkan air mata. Kak Leyla datang.
"Fa, kamu bikin ulah apa sampai Mamim menangis?" geram Kak Leyla.
Mamim menggeleng.
"Daffa tobat main game," ucap Papip.
"Wah, beneran? Bukan tobat sambal, kan?" ragu Kak Leyla.
"Tobat sambal? Aku nggak mau makan, Kak." Daffa bingung.
"Tobat sambal itu istilah buat tobat yang nggak bener, Fa.
Udah tobat tapi melakukan lagi," jelas Mamim.
"Oooh, doain aja atuh, Kak," kata Daffa.
"lya deh, awas aja kalau coba-coba nge-game lagi," ancam Kak Leyla. Daffa memanyunkan mulutnya.
| B04461S | 297.26 NUH t | Perpustakaan Daerah (200) | Tersedia |
| B04462S | 297.26 NUH t | Perpustakaan Daerah (200) | Tersedia |
| B04463S | 297.26 NUH t | Perpustakaan Daerah (200) | Tersedia |
| B04464S | 297.26 NUH t | Perpustakaan Daerah (200) | Tersedia |
| B04465S | 297.26 NUH t | Perpustakaan Daerah (200) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain